5 Alas Makan Unik yang Hanya Akan Kamu Temui di Kehidupan Pesantren

Tempat makan unik- Hallo Oncomers, !!! Apa kabar nyaaaaaa?. tidak terasa yah sekarang sudah berada di akhir pekan lagi, dan itu menandakan Oncom man harus kembali beraksi dalam mengolah kata untuk membuat sebuah artikel yang bertemakan pengalaman pribadi lagi. Nulis lagi. lagi dan lagi.

Setelah pada artikel minggu kemarin kita membahas tentang suasana di kamar mandi yang mana salah satunya terdapat di Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari , maka tiba saatnya untuk melanjutkan artikel dengan pembahasan aneh dan unik lainnya untuk dimunculkan ke permukaan halaman pertama google.

Dan pada artikel kali ini Oncom man akan membahas tentang 5 alas makan unik yang akan kamu temui hanya di dunia Pesantren.

Pengambilan judul ini mungkin sangat aneh terdengar di telinga orang yang masih normal, emang alas makan ada macam- macamnya gitu? yaps, mungkin itulah pertanyaan yang akan muncul dalam pemikiran Oncomers yang belum pernah merasakan suasana kehidupan sebagai seorang santri.Woow!!

Namun ini adalah sebuah fakta yang terjadi antara aku dan kamu yang pernah mengalami berbagai macam suka dan duka selama mengaji di Pondok Pesantren. Yeaaah!!! Baiklah tanpa berlama- lama lagi berikut akan kang santri bahas tentang 5 alas makan yang hanya akan kamu temui di kehidupan anak- anak pesantren

1. Sehat dan Barokah dengan Alas Daun Pisang.

Alas makan santri menggunakan daun pisang
resepiorangkampung.com

Daun pisang mumpunyai banyak kegunaan, selain digunakan untuk pembungkus makanan seperti lontong sayur dan bungkus kupat tahu, ternyata di kehidupan pesantren memilik peranan yang sangat penting yaitu sebagai alas makan.

Biasanya penggunaan daun pisang ini sering terjadi ketika terdapat acara-acara ngaliwet dan itu sangatlah dianjurkan untuk memakai daun pisang.

Bukan karena tidak mempunyai piring atau alas lain yang biasa digunakan untuk makan tapi alasan utama para santri memakai daun pisang sebagai alasnya adalah karena beberapa faktor dibawah ini.

  • Faktor kesehatan.

    Kesehatan bagi para santri sangatlah penting guna menunjang proses belajar selama hidup dalam lingkungan sebuah pesantren, karena dengan menggunnakan daun pisang sebagai alas untuk makan maka kebersihan nya akan terjaga dibandingkan dengan memakai piring yang sudah dalam keadaan kotor.

  • Faktor Rasa.

    Rasa yang dihasilkan oleh daun pisang tentu akan berbeda dari piring plastik ataupun kaca, ini dikarenakan daun pisang memiliki zat tertentu yang dapat membuat rasa dari sebuah makanan akan terasa lebih berasa meskipun dengan lauk seadanya, hal ini terbukti dengan tidak adanya sisa- sisa nasi yang tercecer di sekitaran daun pisang tersebut.

  • Faktor Efisiensi Waktu.

    Lain dengan menggunakan piring dan sejenisnya, penggunaan daun pisang dapat menghemat waktu dan tenaga setelah proses makan- makan selesai, karena tidak diperlukan lagi untuk membilas atau mencuci setiap piring.

  • Faktor huruf I ( Ikan ).

    Ini adalah faktor yang sangat penting dalam pemilihan daun pisang sebagai alas untuk makan. Faktor ini mempunyai nilai kebarokahan di dalamnya, dikarenakan setelah penggunaan daun pisang tersebut bisa di jadikan sebagai pakan gratis untuk para ikan kelaparan peliharaan Kyai.

2. Tak Ada Piring Kantong Plastik pun Jadi.

makan sederhana santri
tutugon.com

Plastik mempunyai fungsi sebagai kantong yang dapat mempermudah barang- barang yang kita bawa. Dengan adanya plastik kita bisa jadi lebih leluasa dalam membawa hal apapun, biasanya plastik ini didapatkan ketika setelah belanja sesuatu.

Tapi bagi seorang santri plastik bisa dijadikan sebuah barang yang multifungsi, yaitu dengan membuat plastik yang fungi utamanya sebagai kantong yang dapat mempermudah dalam pembawaan barang- barang menjadi sebuah alas untuk di jadikan tempat makan.

Hal itu pernah Oncom man lakukan ketika mesantren, biasanya plastik yang digunakan adalah hasil temuan dari berbagai sudut pesantren.

Bukan karena tidak mempunyai piring tapi hali ini menyangkut  kebersihan dari seorang santri yang sangat mengamalkan tentang sebuah kata- kata mutiara yaitu “Kebersihan sebagian dari pada iman”.

Karena telah mendarah dagingnya kata- kata mutira tersebut di kehidupan para santri, maka ketika ditemukan plastik yang sedang berada dipojokan seorang diri, langsung saja dengan sekejap mata santri yang berada paling dekat dengan plastik tersebut memanfaatkannya sebagai alas untuk makan.

Itulah yang menjadi alasan lingkungan hidup para santri di Pondok pesantren sangatlah bersih tanpa adanya sampah plastik yang berserakan.

3. Nampan Ajib bin Ajaib.

makan santri
www.satubanten.com

Kegunaan nampan biasnya sebagai wadah untuk berbagai hidangan makanan, namun nampan yang telah berada dilingkungan pesantren akan berubah menjadi sebuah nampan yang mempunyai daya magis tinggi.

Karena nampan yang ada di pesantren seringkali dipakai para santri untuk makan secara bersama- sama, ajaibnya bukan hanya satu dua tiga orang saja yang ikut makan melainkan empat orang atau lebih.

Ajaibnya lagi kenapa nampan menjadi pilihan alas makan karena sebagai alat pemersatu yang  paling mujarab dari berbagai macam isi kepala yang ada di para santri.

Dan ajaibnya lagi nampan ini bisa mendinginkan makanan apapun yang mempunyai suhu panas diatas rata- rata, selain mendinginkan keajaiban dari nampan yang ada di pondok pesantren ini juga dapat menghangatkan  barang yang sudah lama terdinginkan oleh waktu.

Contohnya saja ketika ada nasi, kuah mie atau sayur yang masih dalam keadaan panas membara, dengan sekejap mata mie beserta kuahnya akan segera habis tak bersisa setetespun.

Itulah mengapa nampan ini bisa dikatakan ajaib.

4. Tak Ada Piring, Daun Pisang, atau Nampan ajaib Kardus pun Jadi.

santri sedang makan
fb. Miftahul huda 2

Ini adalah pilihan terakhir ketika semua yang sudah di bahas sebelumnya tidak ditemukan, menjadikan kardus sebagai alas makan hahaha.

Memang sulit untuk makan pada alas yang berbahan kertas, ini disebabkan bahan kertas tersebut dapat mudah hancur ketika bertemu dengan air.

Untuk penggunaanya itu sendiri hanya beberapa jenis makanan tertentu saja, tentunya yang tidak banyak mengandung air.

5. Langsung dari Sumbernya.

Orang sedang makan banyak
fb. Hilaman Abdul Fatah

Yang terakhir adalah cara makan santri dengan menggunakan alas berupa wajan penggorengan, ini memerlukan keahlian khusus yang harus dipelajari terlebih dahulu, karena keahlian ini tidak akan bisa di lakukan hanya dengan sekali dua kali makan saja.

Alasanny adalah bentuk dari wajan tersebut yang tidak seimbang, sehingga untuk memakan langsung dari sumbernya tersebut harus sembari menyeimbangkan kestabilan wajan.

Hal ini pun sudah pernah di alami ketika waktu nyantri dulu, seringkali kejadian ini bisa terjadi akibat suatu hal yang mendesak.

Misalnya sudah tidak ada lagi barang yang tidak bisa dipakai untuk menjadi alas makan atau memang ada rasa malas untuk; mencari peralatan makan karena makananya hanya bersifat sementara, maksudanya sementara adalah ketika ditinggal untuk mencari peralatan makan maka makanan yang ada langsung tak bersisa lagi ini bisa dikarenakan terlalu banyaknya saingan.

Itulah tadi ulasan tentang alas tempat makan unik yang hanya ada di kehidupan para santri. Bagi Oncomers semua yang pernah mesantren pasti telah  mengalami satu dari lima hal yang ada di atas.

Atau mungkin sama seperti Oncom man yang pernah melakukan semuannya, hahaha. Dan bagi Oncomers yang belum pernah sekalipun merasakan nikmatnya makan dengan menggunakan alas makn diatas, maka tidak ada salahnya untuk mencoba salah satunya.

Pesan dari Oncom man adalah jangan lupa 3B Baca dulu, Bereskan bacaanya, bagikan juga ke teman temanmu untuk Indonesia yang lebih baik lagi Huha.

Sekian sampai bertemu di artiikel menarik lainnya.

 

 

 

 

 

Baca Juga   Cara Menanak Nasi yang Agar Menghasilkan Kualitas Nasi yang Enak.

7 thoughts on “5 Alas Makan Unik yang Hanya Akan Kamu Temui di Kehidupan Pesantren

    • Oh ia siap gan terima kasih atas masukannya, Insya alloh untuk kedepannya akan kami sempatkan untuk membuat artikel yang berkaitan dengan riadloh malam jumat atau senen serta seputar info kepesantrenan. jngan lupa banyak- banyak share gan biar barokah itung itung sedekah.

  1. hahahahahha jd ngakak liat foto terakhir :D.. pengalaman nyantri itu macem2 yaaa… ;p.. aku dulu sekolahnya di sekolah islam, al azhar, hrs asrama juga… tp kita ga ada yg sampe begitu sih makannya :D.. agak kurang seru jadinya.. kecuali yg alas daun pisang pernahlah dilakuin 😀

    • hahaha cukup aku saja kak yang merasakannya, tapi beneran seru lho jadi salah satu bahan pembicaraan ketika berkumpul bersama teman seperjuangan pas waktu mondok dulu. Terima kasih kak atas komenannya, mohon bimbingannya, saya masih seorang newbie yang baru lahir sebulan yang lalu.

Leave a Comment