miftahul huda kalimat tauhid

Kumpulan Riyadoh Pesantren Miftahul Huda Versi Bahasa Indonesia

Miftahul Huda – Miftahul Huda adalah sebuah pesantren besar yang letaknya berada di Tasikmalaya dengan nama pendirinya KH. Khoer Affandi atau sering dipanggil Ua Ajengan.

Di Pesantren Miftahul Huda ini terdapat pengajian rutin yang biasa disebut Riyadoh. Pengajian ini diadakan setiap . pengajiannya banyak dihadiri oleh ribuan santri baik yang masih mengaji ataupun yang sudah menjadi alumni.

Berikut beberapa pengajian riadoh yang telah Oncom man alih bahasakan dari Bahasa sunda ke Bahasa Indonesia yang di dapatkan langsung dari situs resmi Miftahul Huda.

2 Macam Penyakit Kronis.

miftahul huda kh jeje abdul jabbar
miftahulhuda.com

Terdapat dua macam penyakit yang begitu sangat di hawatirkan oleh Rosululloh Saw terhadap ummatnya.

1. Mengikuti Hawa Nafsu.
2. Panjang Angan- angan.

Dua jenis penyakit  itulah yang sangat di hawatirkan oleh Rosululloh Saw terhadap ummatnya, karena akibat yang ditimbulkan apabila ke dua penyakit itu telah melekat terhadap diri akan sangatlah berbahaya bagi keimanan, mengakibatkan buta terhadap suatu kebenaran, akan terjerumus kepada kemaksiatan, terhalang dan tidak bisa bakti kepada Alloh SWT.

Sedangkan akibat dari panjang angan- angan adalah dapat mengakibatkkan lupa kepada kehidupan Akhirat yang abadi dan cinta terhadap kehidupan dunia yang sifatnya hanya sementara.

Rosululloh Saw Bersabda :

pengajian miftahul huda
miftahulhuda.com

Ittibaul Hawa/ Mengikuti Hawa Nafsu.

Akibat dari mengikuti hawa nafsu banyak orang yang tidak bisa melakukan kewajiban i

]’llvkarena keinginan untuk dapat hidup bahagia, tidak mau susah dan tidak mau capek, yang mana hal itu akan membuat kita yang melakukannya tidak bisa untuk mendirikan solat karena beranggapan dengan melakukan solat itu dapat menganggu terhadap kesenangan yang sedang di lakukan.

Gara- gara mengikuti hawa nafsu juga banyak sesuatu yang diharamkan oleh agama di lakukan, banyak orang yang terjerumus kepada pelacuran, minuman keras, perjudian, bahkan menjadikan manusia yang mengikuti hawa nafsu tersebut melakukan pencurian, merampok, korupsi dan lain sebagainya.

Dengan mengikuti hawa nafsu akan menghalangi kita semua dari kebenaran, membuat gelap jalan menuju surga serta tidak tahu akan jalan yang akan menjerumuskan kita kepada siksaNYA di neraka.

Sebagaimana yang tertulis dalam kitab Kifaayatul Atqiya.

pengajian miftahul huda kifayaayatul atqiya
miftahulhuda.com

Manusia yang mulia dengan ilmunya dapat juga terjerumus terhadap kehinaan dikarenakan hawa nafsu. Banyak orang yang mempunyai kedudukan yang terhormat tapi kedudukan itu tidak menjadikan dia menjadi manusia yang mulia di hadapan masyarakat karena mengikuti hawa nafsu.

Oleh karena itu supaya tidak terjerumus terhadap sesuatu yang telah dihawatirkan oleh Rouslulloh SAW maka kita harus senantiasa menyadari dan curiga terhadap apa yang menjadi keinginan dari hawa nafsu. Karena pokoknya ibadah adalah to’at dan hadirnya hati dalam beribadahh adalah tidak ada sedikitpun memberi ridho dalam hati terhadap hawa nafsu.

Manusia yang senantiasa tidak meridhai dan selalu curiga terhadap hawa nafsu akan memaksakan dirinya untuk melakukan amal- amal kebaikan, akan terasa ringan untuk melaksanakan ibadah, ringan untuk melakukan shalat berjamaah di masjid awal waktu, ringan untuk melakukan berbagai sunnah sunnah yang telah di contohkan nabi dan akan ringan untuk bangun malam melakukan shalat tahajud, pokoknya semua amal ibadah kebaikan akan terasa ringan dalam melakukannya.

Sebaliknya apabila manusia cenderung untuk mengikuti hawa nafsu, tidak ada kecurigaan sedikitpun terhadap hawa nafsu maka yang akan terjadi adalah buta terhadap kebenaran, sehingga tidak dapat membedakan terhadap mana yang salah dan mana yang benar.

Itibaaul Hawa/ mengikuti hawa nafsu bisa di obati melalui Mujahadatunnafsi (memerangi hawa nafsu) jangan memberi celah terhadap apa yang menjadi keinginan dari hawa nafsu.

Setiap hal/ perbuatan yang menjadi keinginan hawa nafsu haruslah di cegah dan setiap hal yang dirasa malas oleh hawa nafsu maka haruslah di paksakan.

Thulul Amal/ Mengikuti Hawa Nafsu.

Hal kedua yang paling ditakutkan oleh Rosululloh Saw terhadap ummatnya adalah panjang angan- angan Thulul Amal.

Memiliki rasa bahwa akan hidup selamanya memanglah sifat dari manusia. Biarpun umur sudah menginjak 60 tahun, kulit sudah keriput, rambut kepala sudah mulai banyak beruban tapi harapan akan hidup di dunia masihlah panjang itulah yang di sebut dengan panjang amal atau thulul amal.

Padahal nyatanya banyak dari teman atau sahabat yang sama- sama lahir pada saat itu secara berurutan sudah dipanggil terlebih dahulu tanpa ada jaminan terhadap diri tidak akan terlebih dahulu meninggal, tapi tetap merasa umur masih panjang untuk tetap hidup di dunia ini.

Ini merupakan sebuah penyakit kronis yang dapat menyebabkan adanya berbagai masalah/ penyakit lainnya.

Terdapat beberapa akibat yang timbul dari panjang angan- angan diantaranya adalah akan lupa terhadap kehidupan akhirat karena beranggapan bahwasanya hidup di dunia akan selamanya dan melupakan kehidupan akhirat.

Oleh karena perlunya mempersiapkan kehidupan dunia yang akan berlangsung lama , maka akibatnya akan ada rasa cinta  terhadap harta kekayaan, cinta terhadap pangkat dan kedudukan sert cinta terhadap sanjungan dan pujaan dari manusia ( Hubbuddunya).

Gara- gara hubbuddunya otomatis akan mendatankan penyakit lainnya seperti pelit ( Bakhil) karena punya rasa takut akan menjadi miskin, takut harta akan habis apabila di infaqkan. Selain itu akan timbul juga rasa serakah menghalalkan berbagai cara dengan mengumpulkan harta kekayaan sebanyak mungkin untuk dijadikan bekal selama di dunia.

Thulul Amal bisa diobati melalui mentafakuri akan kematian, tafakur terhadap sakarotul maut, tafakur terhadap betapa sebentar dan hinanya kehidupan dunia dibandingkan kehidupan akhirat. Harus tau akan hakikat dari kehidupan dunia yang di firmankan oleh Allah SWT pada surat Ali- Imron ayat 185.

pengajian miftahul huda kehidupan dunia
miftahulhuda.com

Kehidupan dunia itu pendek kalau dibandingkan dengan kehidupan akhirat, bahkan masih lama tinggal di alam barzah daripada hidup di alam dunia. Di dunia paling lama hidup selama 70-80 tahun, tapi alam barzah sampai nanti kiamat tiba sudah ada orang yang menunggu selama 6000 tahun.

Tafakur terhadap hal itu Insya Alloh dapat menjadi obat penyakit Thulul Amal. Mudah- mudahan apa yang dihawatirkan oleh Rosululloh Saw dalam hadistnya dapat di jauhkan dari kita semua, Amiin.

Notulen: Ade Husni
Editor: KM. Dodo Aliyul Murtadlo.

Leave a Comment

%d bloggers like this: