anak sedang belajar

Macam-macam Model [ Metode] Pembelajaran Efektif, Kooperatif, Inovatif

Model Pembelajaran – Yang perlu diingat oleh tenaga pengajar dalam hal ini seorang guru untuk mempraktekan metoda pembelajarannya yaitu tidak adanya model pembelajaran yang sesuai. Hal ini dikarenakan situasi dan kondisi dari yang belajar ( siswa ) berbeda- beda.

Oleh karena itu dalam memilih metoda pembelajaran yang tepat haruslah terlebih dahulu melihat kondisi  dari siswa, fasilitass media pembelajaran yang tersedia, sifat materi bahan ajar serta kondisi dari tenaga pengajarnya itu sendiri.


model pembelajaran

Terdapat beberapa macam metoda pembelajaran yang dapat dipilih dan dijadikan alternative yang dapat menyesuaikan dengan berbagai situasi dan kondisi yang nantinya akan dihadapi. Mungkin kita telah mengenali salah satu dari metoda pembelajaran yang ada.

Yang pastinya sudah umum diketahui adalah metode pembelajaran kooperatif, metode pembelajaran inovatif yang mana dari kedua contoh metoda tersebut memiliki langkah langkah yang berbeda dalam penerapannya.

Dan berikuti ini beberapa model pembelajaran untuk dapat dijadikan alternative sehingga nantinya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang akan dihadapi. Akan tetapi dari apa yang akan saya paparkan nanti hanya  berupa macam berikut dengan pengertian secara umumnya adapun dalam peng-aplikasiannya tenaga pengajar dapat dengan bebas berkreasi serta memodifikasi macam-macam model pembelajaran ini.


Pengertian Model Pembelajaran

metode belajar
xbrl.us

Metode pembelajaran dapat kita artikan sebagai cara yang dipakai untuk dapat megimplementasikan rencana yang sebelumnya sudah disusun sebaik mungkin dalam suatu bentuk kegiatan nyata serta praktis demi mencapai tujuan pembelajaran.

Model pembelajaran memiliki pengertian yang lebih luas lagi jika dibandingkan dengan pengertian dari metode, strategi atau prosedur pembelajaran. Istilah dari model pembelajaran memiliki 4 ciri khusus yang mana tidak dimiliki oleh metode atau strategi pembelajaran.

Berikut ciri khusus model pembelajaran :

  1. Rasional teoristis yang telah disusun oleh tenaga pendidik secara logis
  2. Tujuan pembelajaran terhadap apa yang akan dicapai.
  3. Langkah- langkah mengajar yang dibutuhkan agar model dalam suatu pembelajaran dapat dilakukan secara optimal
  4. Lingkungan belajar yang diperlukan demi mencapai tujuan pembelajaran agar dapat tercapai.

Macam-macam Model Pembelajaran


1. Model pembelajaran Kooperatif (CL, Cooperative Learning)

belajar bersama
mamasmiles.com

Pembelajaran kooperatif satlah sesuai dengan fitrahnya  manusia sebagai  makhluk social yang penuh akan ketergantungan terhadapa orang lain, mempunyai harapan tujuan yang sama serta tanggung

Jawab bersama, rasa senasib dan pembagian tugas . Dengan memanfaatkan kenyataan tersebut dengan memakai model pembelajaran secara kooperatif nantinya siswa akan terlatih dan biasa untuk saling berbagi ( sharing) pengetahuan, tugas, tanggung jawab, pengalaman.

Adanya rasa saling membantu antar sesame dan juga melatih untuk berinteraksi- komunikasi dan sosialisasi yang mana itu semua adalah element penting yang harus ada dalam diri siswa sebagai contoh dari miniature kehidupan dalam bermasyarakat.

Jadi inti  dari pengertian model pemmbelajaran kooperati adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan denga cara berkelompok dengan tujuan utamanya yitu adanya saling bantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan berbagai persoalan, atau inkuri.

2. Metode Pembelajaran Kontekstual ( CTL, Contextual Teaching and Leraning)

anak sedang menerangkan pelajaran
mamasmile.com

Pembelajaran kontekstual adalah metode pembelajaran yang di awali dengan sebuah sajian atau sesi tanya jawab  lisan ( ramah, negosiasi, terbuka) yang pembahasannya terkait dengan dunia nyata dari kehidpuan setiap siswa ( daily life modeling ), sehingga materi yang disampaikan akan langsung terasa manfaatnya , semangat dan motifasi dala belajar akan muncul, dunia pikiran siswa akan lebih konkret serta suasana belajar akan lebih nyaman, kondusif dan menyenangkan.

Adapun prinsip dari model pembelajaran kontekstual tiada lain adalah aktvitas siswa, siswa yang menjadi pelakon yang melakukan dan mengalaminya secara langsung tidak hanya bertindak sebagai penonton yang menonton dan mencatat saja dan kemampuan dalam sosialisasi.

Ada sembilan indicator model pembelajaran kontekstual untuk dapat membedakan dengan model pembelajaran yang lainnya , yaitu

  1. Modeling ( pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi dan tujua, pengarahan- petunjuk, contoh, rambu- rambu).
  2. Questioning ( eksplorasi, mununtun, membimbing, menngarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, konjektur, hipotesis, generalisasi ).
  3. Learing community (seluruh siswa partisifatif dalam kegiatan belajar secara kelompok atau individual).
  4. Minds on & Hands on ( mencoba dan mengerjakan)
  5. Constructivism ( membangun pemahaman sendiri, mengkontruksi konsep aturan, analisis- sintesis)
  6. inquiry ( identifikasi, investigasi, konjektur, hipotesis, generalisasi, menemukan)
  7. Reflection ( Review, rangkuman, tindak lanjut).
  8. Authentic assement ( penilaian selama proses maupun sesudah pembelajaran, pernilaian terhadap setiap aktivitas siswa, penilaian portofolio, penilaian seobjektif- objektifnya dari berbagai aspek dengan berbagai cara)
  9. Model pembelajaran realistic ( RME, Realistic Mathematics Education)

Model pembalajaran ini adalah hasil pengembangan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinvention dalam mengkontruksi setiap konsep-aturan melalui process of mathematization, yaitu system matematika horizontal ( tools, konspep, fakta, prinsip, algoritma, aturan yang akan digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, proses dunia empiric) dan vertical ( reorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio, pengembangan matematika).

3. Pembelajaran Langsung ( DL, Direct Learning)

sedang belajar dikelas
mamasmile.com

Pengetahuan yang sifatnya  informasi dan procedural dengan focus utamanya yaitu keterampilan dasar yang akan lebih efektif apabila disampaikan dengan model pembelajaran langsung. Singkatnya  adalah mempersiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur, refleksi, latihan terbimbing, latihan mandiri dan evaluasi.

Cara ini biasa disebut dengan metode ceramah atau ekspositri ( ceramah bervariasi)

4. Model Pembelajaran Berbasis Masalah ( PBL. Problem Based Learning)

anak belajar jadi guru
pixabay.com

Kehidupan adalah identik dengan berbagai masalah. Model pembelajarannini melatih para siswa dan dapat mengembangkan kemampuan untuk menyelasaikan masalah yang berorientasi terhadap masalah otentik dari kehidupan sehari- hari siswa.

5. Model Pembelajaran Mind Mapping

mind mapping
media.cdn.list

Pembelajaran ini sangatlah cocok untuk mereview kembali pengetahuan awal siswa. Sintaknya yaitu: informasi kompetensi, sajian permasalahan terbuka, siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatif jawaban, presentasi hasil diskusi kelompok, siswa membuat beberapa kesimpulan dari hasil setiap kelompok, evaluasi dan refleksi.

6. Model Pembelajaran Problem Solving

belajar mengatasi masalah
theconservation.com

Dalam hal ini masalah diartikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin, belum diketahui cara penyelesaiannya. Justru problem solving adalah model pembelajaran dengan mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola, aturan, .atau algoritma).

Sintaknya adalah: sajikan permasalahan yang telah memenuhi kriteria di atas, siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi beberapa pola atau aturan yang disajikan, siswa diharuskan mengidentifkasi, mengeksplorasi,menginvestigasi, menduga, dan akhirnya menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

7. Model Pembelajaran Problem Posing

8. Model Pembelajaran Problem Terbuka ( OE, Open Ended)

9. Model Pembelajaran Probing- prompting

10. Model Pembelajaran Bersiklus (cycle learning)

11. Model Pembelajaran Reciprocal Learning

12. Model Pembelajaran Savi

13. Model Pembelajaran TGT ( Teams Games Tournament)

14. Model Pembelajaran VAK ( Visualization, Auditory, Kinestic)

15. Model Pembelajaran AIR ( Auditory, Intellectualy, Repetition)

16. Model Pembelajaran TAI ( Team Assisted Individualy)

17. Model Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement)

18. Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together)

19. Model Pembelajaran Jigsaw

20. Model Pembelajaran TPS ( Think Pairs Share)

21. Model Pembelajaran GI ( Group Investigation)

22. Model Pembelajaran MEA ( Means- Ends Analysis)

23. Model Pembelajaran CPS (Creative Problem Solving)

24. Model Pembelajaran TTW (Think Talk Write)

25.Model Pembelajaran TS-TS ( Two Stay-Two Stray)

26. Model PembelajaranCORE (Connecting,Organizing, Reflecting, Extending)

 

 

 

2 thoughts on “Macam-macam Model [ Metode] Pembelajaran Efektif, Kooperatif, Inovatif

Leave a Comment

%d bloggers like this: