Lahirnya Sebuah Peradaban Baru

www.artofadventure.net
www.artofadventure.net

Lahirnya Sebuah Peradaban Baru- Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari, banyak sudah kenangan yang terjalin dengannya. Susah senang canda tawa semua itu menyatu bagaikan sebuah melodi dalam satu harmoni, Dirimu dan diriku satu.

Selama kurun waktu 3 tahun tersebut saya bisa lebih mengenal akan kehidupan dari sebuah pondok pesantren, mengenal bagaimana tatakrama terhadap guru, memuliakan ilmu serta tata cara untuk mendapatkan ilmu agar berkah dan bermanfaat.

Pesantren itu memang sudah tak asing lagi, karena di Daerah Bayasari itulah saat pertama kali aku dilahirkan, keluarga dari pihak ibu kebanyakan tinggal di Daerah tersebut, Ibu juga pernah mesantren disana ketika waktu mudanya dulu.

Atas pertimbangan itulah yang membuat saya memantapkan hati untuk mengaji di pondok tersebut meski pada awalnya itu hanya suruhan dari orang tua saja.

Nyantri Lagi.

globe-views.com
globe-views.com

Dan pada akhirnya saya menginjakan kaki di pondok tersebut, saat itu malam hari, sengaja memang datang di jam- jam malam agar tidak banyak santri yang melihat akan kedatanganku, hal itu sudah saya rencanakan dari awal keberangkatan.

Namun itulah yang sampai saat ini kusesali, dikarenakan tidak dapat bertemu langsung dan memperkenalkan diri dengan K.H Umar Nawawi (alm) selaku pimpinan pondok pesantren waktu itu, hanya seorang perwakilan pondok lah yang saat itu saya bisa temui untuk mendaftarkan diri sebagai seorang santri.

Setelah proses pendaftaran selesai, saya diajak ke sebuah kamar biasa disebut kobong, di Kamar itu saya bertemu dengan teman baru yang sama- sama mempunyai niatan suci untuk menjadi seseorang yang berilmu dan berbudi pekerti yang luhur.

Seperti kebanyakan siswa baru di berbagai sekolahan, ketika pertama kali masuk ke sebuah lingkungan baru yang di rasakan adalah rasa canggung, malu, bahkan pada waktu itu saking malunya untuk bertanya tentang tempat makan saja saya pernah sampai sengaja untuk menjadi anak yang soleh, dengan berpuasa senin kamis.

Cinta pada Pandangan Pertama.

www.wallpapersxl.com
www.wallpapersxl.com

Ke esokan harinya, bersama salah satu santri senior sebut saja namanya Kolor ( bukan nama sebenarnya ) , diantaralah saya kepada sebuah tempat untuk memulai mengaji, tempat itu adalah kelas ibtida 1 pa Takhosus.

Baca Juga   5 Hotel Murah di Jakarta

apa itu Ibtiada 1 Takhosus? kiranya itulah yang ada dalam pemikiran saya waktu itu, belum tahu betul akan arti dari nama kelas tersebut, itu wajar karena di pesantren dahulu nama kelasnya tidak seperti itu.

Lama kelamaan saya mengetahui akan arti dari kelas tersebut yaitu sebuah tingkatan kelas bagi mereka yang baru mengenal akan pelajaran dalam sebuah pesantren.

Setelah tidak jauh berjalan, tibalah saya di kelas itu, kelasnya sangat nyaman, pemandangannya indah, apabila menoleh ke sebelah kiri terdapat pemandangan aliran sungai yang berwarna kemerah- merahan serta terlihat sebuah rumah yang nantinya akan menjadi salah satu markas yang tidak tersembunyi tapi aman bagi para teroris.

peterisland.com
peterisland.com

Sedangkan kalau menoleh ke sebelah kanan terdapat sebuah tempat yang sangat indah bisa dikatakan sebuah surga di dalam surga huahaha, tempat dimana bersemayamnya para bidadari dari Huda 2  sebutan dari Miftahul Huda 2, dari kelas itu kita  bisa melihat  berbagai macam aktivitas yang dilakukan para bidadari dari pagi sampai menjelang malam.

Saat pertama kali duduk, saya sudah menyukai kelas tersebut, ini adalah tempat yang bagus dan strategis, semangat dalam mengaji pun berlipat-lipat ganda kalau berada di kelas seperti ini mah,  yah di kelas itu juga saya selalu menjadi pribadi yang banyak bersyukur, bersyukur atas anugerah yang telah Allah Swt berikan berupa penglihatan untuk melihat berbagai macam kecantikan dari santri putri Miftahul Huda 2 Bayasari.

Bertemu dengan Dia.

wallpapercave.com
wallpapercave.com

Setelah itu saya mulai untuk berkenalan satu- persatu dengan santri yang ada di kelas itu, jumlahnya hanya 8 saja, memang jumlah yang sangat kecil untuk anggota dalam sebuah kelas, tapi itu tidak akan menjadikan kelasan ini terkucilkan, justru dikemudian harinya kelasan  inilah yang akan memulai peradaban baru dan banyak di perbincangkan di Kamar mandinya para bidadari.

di lihat dari muka- mukanya sangat bersahabat, hanya ada satu orang saja yang mukanya selalu cemberut, tapi setelah lama kelamaan dan semakin akrab, ternyata si pemilik muka cemberut itu mempunyai kepribadian yang sangat bersahabat, asik dan sangat humoris meski tetap dengan raut muka yang tetap menampakan kemarahan.

Baca Juga   Nostalgia Reuni Alumni Miftahul Huda 2 Ke 29

Ada beberapa anak muda, juga anak tua yang dari raut mukanya terlihat kerutan- kerutan yang memberitahukan kepada semua orang bahwa dia sudah tua, umurnya sama lah dengan saya tapi tetap masih mudaan saya.

Jangan salah si anak tua tersebut lah yang nantinya akan  menjadi pimpinan teroris dalam sebuah kelompok yang bernamakan Aishiteru.

feelgrafix.com
feelgrafix.com

Dialah pemimpin idaman yang selalu ada {uang}  disaat anak buahnya mengalami krisis dalam masalah keuangan, juga dia merupakan solusi terhadap berbagai masalah dalam percintaan, dia juga pakar akan rayu- merayu petugas keamanan untuk bisa di izinkan pergi ke warung sebelah pondok.

Jangan samakan dia dengan Presiden Jokowi, karena dia seorang yang bertanggung jawab, kepemimpinannya adalah suri tauladan bagi anak buahnya, bukan hanya sekedar blusukan tanpa kontribusi seperti Pak jokowi, tapi dia selalu mengajak langsung anak buahnya untuk blusukan ke warung- warung untuk sekedar berbagi rokok serta menikmati secangkir kopi juga sorabi  sambil melihat santri istri  pulang dari pengajian di pagi hari.

www.wallpapersxl.com
www.wallpapersxl.com

Pokoknya kalau tidak ada dia di Pondok pada masa itu mungkin tidak ada keseruan- keseruan yang tercipta. tidak akan ada berbagai cerita gokil yang selayaknya tidak dilakukan oleh seorang santri  baik- baik.

Meskipun hingga saat ini belum bisa dipertemukan bersama di Pantai Kuta Bali, tapi ikatan persahabatan itu selalu terjaga sampai sekarang, walau raga kita terpisah jauh seperti dalam bait lagu Zivillia berjudul Aishiteru.

 

walau raga kita terpisah jauh namun hati kita selalu dekat bila kau rindu pejamkan matamu dan rasakan a a a aku

kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh terhapus ruang dan waktu percayakan kesetiaan iniakan tulus a a ai aishiteru

 

 

 

 

 

 

 

 

1 thought on “Lahirnya Sebuah Peradaban Baru

Leave a Comment