gambar wpap

Gambar WPAP Art, Wedha Abdul Rasyid Serta Sejarah Lahirnya WPAP

Gambar WPAP ART– Dunia desain grafis Indonesia sedang dilanda musim WPAP. Salah satu aliran seni rupa ini banyak dipamerkan dan telah banyak pula menjadikannya sebuah ladang jasa alias berbayar.

Ya, memang siapa sih yang tak mengenali salah satu karya seni yang belakangan ini kehadirannya semakin  popular.

Namanya adalah WPAP. Bila kamu pernah melihat karya seni ini maka kamu  akan menyimpulkan dengan suatu karya yang menggambarkan figure seseorang dengan dibubuhi beragam warna-warni yang solid dan terpecah- pecah, akan tetapi kita masih mampu untuk menembak siapa dibalik tokoh dalam gambar tersebut.

gambar wpap kota bandung kaa
m.kotakami.com

Keberadaan WPAP saat ini semakin banyak diketahui dan marak di pelajari di kalangan para pecinta desain grafis. Bahkan banyak juga para desainer yang menjadikan karya ini sebagai pekerjaan yang menjanjikan untuk digeluti.

Jika WPAP dipelajari dengan telaten, sungguh- sungguh dengan ekstra sabar yang lur biasa untuk dapat meningkatkan kualitasnya. Maka tidak menutup kemungkinan dapat menjadi hasil karya WPAP yang sangat istimewa dan memilki nilai jual yang sangat tinggi.

Bagi para professional yang memang sehari- harinya bergelut dengan desain grafis si tidak akan menemui banyak kesulitan dalam membuatnya namun lai halnya dengan mereka yang pertama kali mencoba untuk membuat teknik WPA tentulah akan kesulitan, karena memang WPAP ini tinggkat kesulitannya cukuplah tinggi.

Tapi, bukan berarti kita tak dapat sama sekali membuatnya, dengan kegigihan dan kesabaran maka hanya perkara waktu sajalah yang akan menjadikan kita sebagai seseorang yang menguasai WPAP.

Apa itu WPAP? Pengertian WPAP, Latar Belakang WPAP

gambar wpap indonesia garuda
telehwallpaper.com

Pengertian WPAP

Setiap karya seni pasti memiliki ciri khas tertentu, sperti halnya aliran seni  WPAP ini, dimana dalam seni WPAP kamu akan menemukan bidang dengan kotak- kotak dan setiap bidangnya mempunyai warna sendiri- sendiri.

WPAP adalah suatu gugus seni ilustrasi potret wajah yang menampilkan saling silang secara geometri dengan penggunaan kontradiksi dari beragam warna yang khusus.  Dimensi gambar ini di trace ( gambar ulang dengan acuan) tidak sampai berubah, sehinga penampilan akhir dari objek yang di transpormasi nampak jelas persis seperti aslinya dan sangat mudah untuk dikenali.

Dalam WPAP kamu tidak akan menemukan bidang- bidang lengkung. Walaupun gambar dari modelnya berbentuk lengkung, namun pada saat digambar dengan teknik WPAP semua bidang dengan bentuk lengkung akan diubah menjadi datar atau kotak- kotak. Itulah yang kemudian menjadi keunikan dan juga ciri khas dari aliran seni WPAP.

Wedha Abdul Rasyid

wedha abdul rasyid wpap
mantonlausma.com

Teknik ini diciptakan oleh seoarang pria bernama Wedha Abdul Rasyid asal pekalongan, Jawa tengah pada tahun 1990. WPAP merupakan singkatan dari Wedha’s Pop Art Potrait yang mana karya seni ini diciptakan dan dikembangkan oleh Wedha Abdul Rasyid. Karena hasil karyanya ini Wedha kemudian mendapatkan penghargaan sebagai bapak ilustrasi Indonesia.

 Latar belakang WPAP

WPAP merupakan gaya ilustrasi potret manusia yang dalam gambarnya di dominasi oleh bidang- bidang datar dan marak akan warna depan ( dikenal dengan foto norak berkotak ) tengah dan belakangnya sehingga menimbulkan dimensi yang dibentuk dari garis-  garis imajiner tegas dimana bentuk wajah dan elemen- elemen anggota wajah posisinya masih tetap sama dan dengan proporsi yang tetap sama juga dengan potret aslinya.

Baca Juga   6 Suasana Kamar Mandi yang Ada di Seluruh Negeri.

Sampai saat ini banyak rasa kagum akan karya seni ini, akhirnya terdapat seseorang dari Universitas Multimedia Nusantara bernama Gumelar yang merupakan Ketua Jurusan Desain Komunikasi Visual berupaya untuk menyebarluaskan aliran seni ini ke seluruh penjuru Indonesia. Alhasil, di berbagai kota sekarang sudah dibentuk komunitas- komunitas seni yang begitu menggilai teknik WPAP. Karena popularitasnya  aliran seni WPAP ini kemudian  menyebutnya sebagai aliran wedhaisme.

Sejarah Singkat WPAP

Sekarang pembuatan WPAP dapat degan mudan dilakukan. Akan tetapi dulu tepatnya pada tahun 1990-1991 si pencipta WPAP ini yakni Pak Wedha Abdul Rasyid ini sangatlah kesulitan untuk mempraktekan karya seni hasil ciptaannya ini, kedalanya adalah teknologi zaman dahulu yang tidak secanggih pada zaman sekarang ini.

Pada saat usia 40 tahun pak Wedha memulai untuk memikirkan cara melukis wajah dengan cara yang lebih mudah, karena pak wedha beranggapan gambar manusia reaslis itu sangat sulit untuk dapat dilukis atau digambar.

Tingkat kesulitan yang paling utama adalah pada saat mulai untuk memilih dan mencapur- campur warna. Karena buat pak wedha kemiripan warna kulit serta kehalusan goresan sangatlah menentukan.

Sebelum terkenal dan dan dengan dimudahkan denan kemajuan teknologi  maju seperti sekarang ini, awal pembuatan wpap ini telah menempuh proses yang rumit, panjang juga sangatlah menyulitkan karena proses pembuatannya masihlah menempuh cara manual. Dan seiring berkembangnya teknologi pak wedha kemudian dapat dengan mudah untuk mengembangkan hasil karya ciptanya.

Dengan ketekunannya itu Wedha Abdul Rasyid kemudian menciptakan karya seni yang diberi nama WPAP yang merupakan kepanjangan nama dari Wedha’s Pop Art Potrait.

Perkembangan WPAP

Awal mula karya seni ciptaan pak wedha ini bernama Foto Marak Berkotak. Tahap demi tahap pak Wedha mengembangkan karya seninya yang begitu luar biasa ini.

Karya- karya awal gaya wedha sudah mulai di dominasi oleh bidang- bidang giometrik dengna bentuk goresan bebas ( Free hand stroke) dengan menggunakan medium crayon. Pewarnaanya sudah mulai meninggakan pakem warna kulit biasa, juga dengan stroke bebas.

Pak Wedha melakukan pembidangan ini mengikut intiuisinya ketika mengamati wajah seseorang melalui fotonya.

sejarah wpap art
almustofhahasan.blogspot.co.id

Seiring berjalannya waktu, terdapat dorongan batin untuk lebih menguatkan unsur garis sesuai dengan kelengkapan sebuah komposisi yaitu ada garis dan juga bidang .

sejarah wpap art
almustofhahasan.blogspot.co.id

Memasuki perkembangan baru pak Wedha menemukan sebuah ide dua  warna berbeda yang berdampingan dapat menimbulkan garis imajiner.

sejarah wpap art
almustofhahasan.blogspot.co.id

Tapi sayangnya  keempat figure dari gambar diatas tidak banyak orang mengetahuinya, hanya orang- orang tertentu saja yang dapat mengenali atau yang telah melihat foto aslinya  sajalah yang tahu siapa dibalik gambar tersebut.

Pada periode ini pak wedha menamainya  dengan nama Foto Marak Berkotak (FMB). Nama itu diperlukan untuk sekedar dapat membedakan  jenis ini dengan jenis- jenis lain yang secara simultan pak wedha lakukan.

Baca Juga   7+ Evolusi Terbaru dan Terlezat dari Jajanan Sekolahan Berbahan dasar Aci Bernama Cilok

Agar bentuk wajah yang dilukis masih terlihat sama, ada 3 pilihan yang pada saat itu pak wedha lakukan

  1. Membuat sket langsung sambiil memandangi fotonya.
  2. Menggunakan alat bantu proyektor untuk memproyeksikan foto yang akan dilukis pada kanvas atau kertas gambar.
  3. Tracing

Pilihan pertama jelas pak wedha hindari karena kondisi mata yang sudah mulai kabur dan fisik yang memang sudah kurang baik.

Pilihan kedua juga kurang begitu bersahabat, karena pak wedha tidak memiliki proyektor pada saat itu.

Akhirnya pilihan ketiga yaitu tracinglah yang  pak wedha tempuh. Pilihan ini paling meringankan untuk dapat dikerjakan. Menurutnya ada sebuah beban moral ketika menempuh pilihan yang ketiga, karena sepanjang perjalanan karirnya di dunia illustrator ia tidak pernah melakukan tracing (menjiplak) foto.

sejarah wpap art
almustofhahasan.blogspot.co.id

Tracing bermartabat? Tracing ini adalah tracing kreatif yang tidak tunduk seutuhnya pada apa yang sedang ditrace. Pada proses inilah prinsip-prinsip dalam ilmu ukur berperan kuat.

Beberapa prinsip itu adalah:

Garis lengkung pada hakikatnya adalah gabungan dari beberapa garis lurus pendek dalam jumlah yang tak terhingga.

Bidang lengkung pada hakikatnya adalah gabungan bidang-bidang datar dengan jumlah tak terhingga.

tracing bermartabat
almustofhahasan.blogspot.co.id

Aturan main yang pak wedha pakai ketika membuat pewarnaan warna sesuai dengan yang pendahulu kita telah kelompokan, warna-warna menjadi kelompok warna depan, tengah dan kelompok warna belakang. Pengelompokan ini didasari adanya perbedaan panjang gelombang dan frekuensi getaran dari masing-masing unsur kimia pembentuk warna yang terpantul ke mata kita.

pewarnaan teknik wpap
almustofhahasan.blogspot.co.id

Jelasnya, untuk suatu karya yang pak wedha ciptakan menganggap kuning sebagai warna depan. Tentu warna tengahnya bisa memakai warna oranye atau hijau muda sedangkan untuk warna belakangnya bisa ungu atau coklat.

Tetapi di lain waktu warna kuning yang sama dapat diperlakukan sebagai warna tengah. Tentu saja dengan warna putih yang dianggap sebagai warna depan dan biru atau hijau sebagai warna belakangnya.

Penafsiran dari kedudukan warna ini sebenarnya dapat lebih mudah bila kita melakukannya dengan mono colour. Kita tinggal saja memainkan tint atau shade dari hue yang tunggal. Untuk gambar 8 pak wedha jarang sekali melakukan cara penafsiran ini, kecuali bila ada muatan ekspresi tertentu yang ingin saya tampilkan. Pada umumnya karya saya marak dengan warna.

hasil akhir wpap
almustofhahasan.blogspot.co.id

Gambar WPAP Art Keren

gambar wpap keren
devianart.com

Gambar WPAP Art Hewan

wpap animal harimau
devianart.com

Gambar WPAP Art Pahlawan

gambar wpap pahlawan soekarno
devianart.com

Gambar WPAP Art Perempuan

gambar wpap wanita hijab
devianart.com

Gambar WPAP Art Sederhana

gambar wpap inter milan klub bola
devianart.com

Leave a Comment