Cinta itu Pesantren, Pesantren itu Cinta. Jika Cinta itu Pesantren Maka…

Cinta Itu – Setujukah anda bila pesantren sebagai tempat terbaik untuk mengaji dan mencari ilmu? Pastilah setuju. Karena memang pada  kenyataanya pesantren adalah tempatnya berbagai macam ilmu.

Memang pesantren terkenal denan kajian ilmu akhiratnya namun jangan salah Ilmu dunia pun sudah dikembangkan untuk memenuhi keilmuan para santri dalam mengarungi bahtera alam duniawi.

Jadi, Ilmu Akhirat wajib di cari dan Ilmu dunia boleh dicari. Karena menurut salah satu hadisnya.

Barang siapa yang mengingikan dunia maka denganlah ilmu dan barang siapa yang menginginkan akkhirat tentulah dengan ilmu  juga.

Lalu bagaimana apabila kita menginginkan keduanya? Apakah bisa? Tentulah bisa dan caranya yaitu dengan Ilmu juga.

Dari banyaknya  ilmu yang dikaji di pesantren itu kemudian kita mengenal beberapa ilmu yang sudah tidak asing lagi bagi para santri semacam ilmu Tauhid, Fikih, Nahwu,Shorof, Al- Qur’an, Hadist,  falak, Aurod, Tarikh dan ilmu- ilmu lainnya.

Semua bidang keilmuan diatas menjadi mata pelajaran wajib yang harus di maka habis sebagai sumber nutrisi jiwa para santri. Dengan ilmu- ilmu  yang melekat erat dalam tubuh santri tersebut akan menjadikan pribadi yang penuh dengan cinta kasih terhadap sesama dapat mengerti kedaan maupun situasi lingkungan yang nantinya akan di  tinggali.

Pesantren dan santri bagaikan Ilmu dan Cinta. Yang mana pesantren tak aka ada bila tidak terdapat santri di dalamnya.

Dan Ilmu tidak akan ada juga bila tidak ada Cinta yang menjadi ruhnya.

Baik tak usahlah lagi saya banyak berbasa basi, bukankah datangnya kamu semua dan membaca artikel ini untuk membaca sesuai dengan apa yang telah judul saya berikan? Betulkan?

Ya, memang cinta itu menarik yah.

Bagaimana dengan pesantrennya? Apakah setuju bila pesantren juga tidak kalah menarik dengan cinta? Setuju saja lah yah.

Jika Cinta Itu Pesantren,

maka, aku penuhi fikiranku dengan ilmu-ilmu cinta, agar aku bisa memahami luasnya cinta sebagaimana luasnya ilmu dalam kitab-kitab kuning pesantren

Jika Cinta itu Nahwu,

maka, cintaku padamu akan jazm [mantab], sehingga aku akan sukun [tenang] di sampingmu selamanya, seperti halnya i’rob jazm yang salah satu alamatnya adalah sukun

Jika Cinta itu I’lal,

maka, aku akan menyembunyikan dan menutup mata terhadap semua kekurangan-kekurangan mu, seperti halnya binak Naqish yang meletakkan huruf ‘Illat nya di belakang [Lam Fi’il

Jika Cinta itu Ilmu al-Qur’an,

maka, keabadian cinta kita tak kan lekang oleh waktu dan tak kan berubah sedikitpun oleh perubahan zaman, layaknya keontektikan dan keabadian isi al-Qur’an.

Jika Cinta itu Ilmu Hadith,

maka, kualitas dan kekuatan cinta kita adalah hadith shohih yang sudah teruji dan terverifikasi oleh berbagai tempaan dan ujian.

Jika Cinta itu Ushul Fiqh,

maka, kita berdua adalah pasangan paling ideal dan serasi, seperti halnya syarat dan rukun yang saling membutuhkan dan melengkapi untuk sahnya suatu ibadah

Jika Cinta itu Ilmu Falak,

maka, aku akan selalu menunggu dan merindukan hadirmu, mata ini belum terhapus dahaganya sebelum melihat sosok indahmu, seperti halnya seorang peru-yah yang selalu menunggu untuk melihat kemunculan hilal 1 Syawal

Jika Cinta itu Ilmu ‘Arudl,

maka, kisah cinta kita berdua adalah simfoni terindah yang menghasilkan harmoni tak tertandingi di muka bumi ini, seindah dan semerdu harmoni syair berbahar Rojaz

Jika Cinta itu Ilmu Faroidl,

maka, kita berdua adalah dua sejoli yang akan selalu berbagi atas apa yang kita miliki, seperti halnya ‘Ashôbah ma’a al-ghoyr

Jika Cinta itu Ilmu Tauhid,

maka, value cintaku padamu adalah kemurnian emas 24 karat, semurni i’tiqodnya ahli tauhid Rubûbiyyah

Jika Cinta itu Ilmu Tarikh,

maka, romantisme kisah cinta kita berdua adalah kenangan terindah tak terlupakan yang terukir oleh tinta emas sejarah, seperti halnya masa keemasan dan kejayaan peradaban islam tempo dulu

Jika Cinta itu Diba-an,

maka, aku adalah seorang pendaki yang telah sampai di puncak rindu untuk menantikan detik-detik pertemuan denganmu, seperti halnya para perindu Rasulullah SAAW yang telah sampai pada adegan mahal al-qiyâm

Jika Cinta itu Manaqiban,

Maka, hanya dirimulah yang mampu menghapus duka-lara ku dan menentramkan gundah hati ku dengan kata-kata indah dan janji pastimu, seperti halnya jaminan kanjeng syekh Ra., yang menentramkan hati murid-muridnya:

 

 

 

Leave a Comment

%d bloggers like this: