cara budidaya lobster air tawar

Cara Budidaya Lobster Air Tawar Media Kolam Terpal.

Cara Budidaya Lobster Air Tawar – Lobster Air Tawar (LAT) atau sering di sebut dengan Freshwater Crayfish termasuk yang cukup mudah untuk bisa dibudidayakan. Standart harga lobster air tawar yang di pasaran cukup tinggi berkisar antara 150-250 ribu rupiah/ kg. Dengan menerapkan teknik pemeliharaan yang baik dan benar usaha budidaya ini pastinya dapat menjanjikan keuntungan.

cara budidaya lobster air tawar
www.scribd.com

Sebagai contoh semakin banyaknya permintaan pasar terhadap jenis lobster air tawar ini dapat terlihat dari maraknya berbagai tempat makan dari mulai yang di tenda- tenda lesehan kaki lima yang banyak mengolah makanan seafood sebagai menu andalannya.

Semakin ramainya masyarakat Indonesia yang menggemari makanann seafood khususnya lobster tidak terlepas dari rasa daging yang ada pada lobster tersebut yang memiliki tekstur daging yang kenyal serta rasa yang lezat meskipun dalam penghidangannya hanya dengan saus sambal saja.

Namun maraknya warung makan yang menjajakan aneka ragam masakan seafood tidak serta merta pasokan dari bahan utamanya mudah untuk dijumpai, hal inilah yang harus kita manfaatkan sebagai sebuah peluang usaha khususnya usaha budidaya lobster air tawar.

Untuk cara budidayanya cukup mudah dan dapat dengan beragam media yang bisa dijadikan tempat kembang biaknya lobster, seperti menggunakan media kolam terpal, akuarium bahkan dapat juga menggunakan lahan sempit sekalipun yang ada di rumah kita.

Berikut langkah- langkah penting yang harus diperhatikan dalam mendalami cara budidaya lobster air tawar.

Syarat Hidup Lobster Air Tawar.

cara budidaya lobster air tawar di akuarium
lobster-bantul.blogspot.com

Lobster Air Tawar biasanya dapat hidup pada parameter air yang cukup lebar. LAT juga begitu bisa menyesuaikan pada jumlah oksigen terlarut yang rendah. Namun untuk bisa tumbuh dengan baik dalam kondisi yang seperti ini tentulah akan cukup sulit.

Agar dapat tumbuh dengan baik, kandungan oksigen terlarut yang baik berada diatas 4 ppm. Selain itu, Lobster air tawar cukup bisa menyesuaikan juga terhadap suhu yang dingin dan panasya bisa mencapai 35 derajat celcius sekalipun.

Namun sebagai saran sebaiknya dalam budidaya jenis lobster air tawar suhu yang ideal untuk di tinggali adalah sekitar 25-29 derajat celcius.

Adapun untuk tingkat keasaman air, lobster air tawar daat hidup dalam perairan yang pH-nya mempunyai sedikit alkalin yakni 7-9. Lobster air tawar akan sangat jarang dijumpai pada perairan dengan kadar pH yang kurang dari 7 .

Kondisi seperti ini haruslah selalu dikondisikan agar tetap menjaga kadar dari kalsium terlarut tetap tinggi sehingga mendukung proses pembentukan dari cangkang lobster air tawar tersebut.

Media Hidup Lobster Air Tawar.

cara budidaya lobster air tawar
budidayalovster.blogspot.com

Dalam pembudidayaannya lobster terdapat bebrapa media yang sering di aplikasikan oleh para pengusaha budidaya lobster air tawar. Tapi pada umumnya lobster air tawar menurut proses dalam budidayanya dapat di bedakan menjadi 2 yaitu secara extensif dan intensif dalam kolam tanah.

Cara Exstensif.

Cara exstensif yang di pakai dalam budidaya lobster air tawar dalam kolam ini cukup dengan meletakan indukan dalam kolam tersebut pada saaat kolam dikeringkan.

Apabila sudah terdapat lobster yang ukurannya sudah sampai ukuran komersial maka dipisahkan untuk kemudian dijual sedangkan untuk ukuran yang masih di bawah standart ukuran komersial dikembalikan lagi ke kolam tersebut.

Cara Intensif.

Cara ini mempunyai keunggulan apabila dibandingkan dengan cara budidaya lobster extensif, yang menjadi bedanya adalah kalau cara yang pertama hanya cukup dengan meletakan indukannya saja ke dalam kolam.

Untuk cara budidaya intensif peternak mulai memberikan asupan makanan pada lobster dengan berbagai macam sayur- sayuran termasuk diantaranya pemberian pakan komersil.

Oleh karena itulah proses budidaya lobster dengan cara intensif akan mendatangkan hasil yang lebih baik daripada melakukan budidaya lobster dengan memakai proses extensip.

Selain peggunaan kolam tanah, terdapat media lain yang biasa dijadikan tempat budidaya lobster. Biasanya berupa kolam yang terbuat dari fiber/ tank atau kolam dari semen.

Proses Pembenihan Lobster Air Tawar.

Membedakan Jenis Kelamin dari Lobster.

Sebelum melakukan pembenihan, hal yang pertama harus diketahui adalah mengetahui jenis dari kelalmin lobster tersebut. Dan cara yang paling mudah untuk dapat membedakan mana itu lobster jantan dan betina adalah dengan memakai teknik visual dari atas.

jenis kelamin lobster
Perbedaan jenis kelamin lobster air tawar || shampankbie.blogspot.com

Ciri Lobster Jantan.

Lobster berkelamin jantan dapat diketahui dengan cara melihat secara langsung terhadap capik dari lobster tersebut.

Jika terdapat bintik- bintik merah di capit bagian luarnnya maka dapat dipastikan itu adalah lobster berkelamin jantan. Namun bintik- bintik merah tersebut baru akan muncul ketika lobster berumur 3-4 bulan atau setelah lobster tersebut mmempunyai ukuran sekitar 3 inc (7 cm).

Tanda merah yang terdapat pada lobster ini juga merupakan pertanda bahawa lobster tersebut sudah siap kawin (matang gonad).

Bisa juga dengan melihat kepada bagia kaki ke tiga dari lobster tersebut, bila lobster tersebut jantan maka tidak akan ditemukan tonjolan, sedangkan kalau betina mempunyai tonjolan.

Ciri Lobster Betina.

Ciri dari lobster betina adalah adanya lubang yang terdapat pada pangkal kaki ke 3 dari bawah (ekor). Lubang tersebut adalah kelamin dari lobster betina dan tempat dimana telur akan keluar.

Proses Pemilihan Indukan Lobster Air Tawar.

cara budidaya lobster air tawar di akuarium
carabudidayalobsterairtawar.blogspot.com

Dalam melakukan pemilihan indukan lobster pilihlah indukan yang ukurannya di atas 4 inci ( 10 cm) atau yang berumur di atas 5-6 bulan karena lobster yang seperti ini menghasilkan anakan yang jumlahnya cukup banyak.

Berikut tips dalam memilih indukan lobster yang berkualitas Josh !!

  •  Pilihlah indukan dengan cara meneliti lobster mana yang paling cepat pertumbuhannya diantara lobster yang lainnya.
  • Beli indukan di tempat jual beli indukan yang memang sudah mempunyai sertifikat.
  • Perhatikan jenis kelaminnya, janganlah pilih lobster “banci”. Pasalnya ada indukan jenis kelaminnya jantan dan ada juga yang jenis kelaminnya betina lobster seperti iniah yang harus dihindari karena biasa disebut dengan lobster banci. Dan kemungkinan lobster tersebut tidak bisa bertelur.
  • Pilih Lobster yang Gemuk, hindari memilih indukan yang ukuran kepalanya besar tetapi bentuk tubuh dan ekornya kecil. Ciri tersebut menandakan bahwa lobster tersebut kurang makan.
  • Usia siap kawin dari lobster adalah pada lobster tersebut sudah berumur 5-6 bulan atau dengan ukuran tubuh sudah mencapai 4 inci. Semakin muda lobster tersebut dikawinkan maka pertumbuhan anaknya akan akan lambat. Misalnya saja apabila lobster tersebut dikawinkan dengan ukurannya yang 3 inci (7,5 cm) dan satu lagi dengan ukuran yang sudah mencapai 4 inci (10 cm ) maka yang berukuran 4 inci akan lebih cepat pertumbuhannya.
  • Lobster ukuran 3 inci akan memiliki jumlah telur dari 15 sampai dengan 50 butir, sedangkan lobster dengan ukuran 4 inci bisa menghasilkan telur hingga 200 butir. Namun hal ini tidak akan menjadikan lobster yang 3 inci tidak melebihi tubuh dari induknya. Lobster tersebut akan tetap tumbuh melebihi dari ukuran indukannya akan tetapi prosesnya lambat dan memakan waktu yang lama. Calon indukan lobster yang berkualitas bisa kita dapatkn dengan cara memisahkan lobster jantan dan betina ketika mereka sudah berukuran 2 inci (5 cm).
  • Perlu mengetahui asal usul dari indukan lobster yang akan kita budidayakan. pilih jenis lobster yang murni dari spesies tertentu agar pertumbuhan anakan lobster lebih maksimal.

Proses Mengawinkan Lobster.

cara budidaya lobster air tawar
pojokbudidaya.blogspot.com

Gabungkan kedua indukan lobster jantan dan betina menjadi satu dalam satu akuarium yang mempunyai ukuran 1×0,5 meter dengan tinggi 25 cm sehingga dapat menampung sekitar 3 lobster jantan dan 5 lobster betina.

Pada prinsipnya satu jantan lobster dapat membuahi sekitar 30 betina akan tetapi dalam perkawinan dengan media akuarium hanya digunakan 3 lobster jantan saja karena dala perkawinan tersebut lobster dengan jenis kelamin betina lebih dominan dalam menentukan pasangan yang cocok. Sehingga jika hanya terdapat 1 ekor jantan saja kemungkinan ke 5 lobster berjenis kelamin betina untuk kawin dan bertelur semua menjdai kecil.

Kebiasaan lobster dalam melakukan perkawinan adalah saling mencari kecocokan satu sama lain. Ketika mengawinkan lobster ukuran tubuh dari lobster jantan tidaklah harus sama dengan ukuran betinanya, karena pada habitat aslinya lobster jantan memiliki tubuh yang lebih besar daripada lobster betina.

Jika media akuarium yang digunakan untuk mengawinkan berukuran 1x 0,5 x 0,5 meter maka letakan minimum 8 buah pipa paralon yang diameternya 2 inci dan panjang 15- 20 cm.

Namun apabila indukannya berukuran 4 inci panjang dari paralon yang digunakan adalah 15 cm dan indukan dengan ukurang mencapai 5-6 inci panjang dari paralonnya adalah 20 cm.

Dua minggu setelah kedua lobster tersebut di satukan biasanya sudah ada indukan yang bertelur.

Lobster yang sedang dalam masa perkawinan akan saling berhadap- hadapan dengan membentuk sebuah formasi huruf Y.

Lobster jantan akan mengeluarkan sperma dan meletakannya di dekat pangkal ke dua kaki lobster betina. Sperma tersebut berwarna putih, agak keras, menggumpal, dan larut ke air.

Setelah masa pembuahan oleh si jantan telah selesai maka si betina aka menyingkir dari si lobster jantan sampai sedikit demi sedikit mengeluarkan telurnya dari lubang pangkal kaki ke 3 melewati sperma lalu turun ke abdomennya( ekor).

Telur dikumpulkan pada abdomennya dan ekornya akan menutup rapat telur tersebut selama seminggu pertama.

Pemindahan Induk Pengeraman dan Penetasan Telur.

Setelah sampai ke minggu ke dua atau ke tiga telur baru dapat menempel dengan baik pada kaki renangnya, dan si betina akan kembali berjalan dengan ekor yang sudah terbuka sehingga telurnya pun dapat terlihat.

Dalam keadaan seperti ini indukan dapat dipindahkan dari akuarium perkawinan, ke kolam penetasan yang berukuran 1x 2 meter atau ke kolam penetasan masal dengan menggunakan kurungan keranjang.

Resiko dari meletakan indukan ke dalam akurium adalah harus memindah- mindahkan lagi, karena jika sudah satu bulan harus kembali di pisahkan lagi ke dalam akuarium.

Ciri- ciri Proses Pematangan Telur.

cara budidaya lobster air tawar
www.bfcminifarm.com
  • Pada minggu ke 2 Telur masih berbentuk bulat.
  • Minggu ke 3 mulai terlihat dua bintik telur. Bintik hitam itu merupakan embrio.
  • Minggu ke 4, sungut, capit dan kakinya sudah mulai tumbuh. Pada fase ini, keadaan lobster masih belum bisa mandiri. Jika dalam fase ini telur mengalami rontok dari induknya dan kemungkinan embrio tersebut akan mati.
  • Minggu ke 5 hampir seluruh kuning telur sudah habis. ketika embrio satu persatu mulai lepas dari induknya untuk kemudian mencari makan sendiri. Meskipun sudah terlepas dari induknya embrio bisa saja masih menempel ke kaki renang induknya sehingga ketika anakan sudah terlepas 70%, maka sisanya sebanyak 30% masih menempel sebaiknya di rontokan saja karena dikhawatirkan naluri keibuan dari induknya sudah menghilang akibat terlalu lama menggendong telur. Setelah bersih dari telur si induk betina bisa dipindahkan ke akuarium lain untuk istirahat selama kurang lebih dua minggu sampai proses pergantian kulit. Tujuannya adalah karena dengan berganti kulit ukuran lobster akan menjadi semakin besar, sehingga pada penetasan berikutnya jumlah anakan yang dihasilkan akan semakin banyak. Kapasitas dari penyimpanan telurnya akan bertambah besar semakin bertambahnya  usia dari lobster tersebut.

Pemeliharaan Benih.

Setelah menetas, anakan lobster tidak cocok diberi makan umbi- umbian dan sayuran sebaiknya mereka diberi cacing beku atau cacing sutera sehingga daat memacu pertumbuhan lobster dengan baik.

Jumlah pakan yang diberikan sebaiknya 3% dari berat badannya.

Pada pagi hari pakan yang diberikan sebanyak 2% sedangkan sore hari diberikan sebanyak 75%.

Alasan kenapa pemberian pakan di sore hari karena lobster merupakan hewan yang aktip di waktu malam, oleh karena itu untuk menunjang aktifitas dari lobster tersebut haruslah diperbanyak memberi pakan ketika waktu sore hari.

Panen Benih.

cara budidaya lobster air tawar
www.agrina-online.com

Dalam pemanenan benih ukuran 1-2 cm alat yang bisa digunakan adalah ember plastik scoopnet berukuran 20x 10 cm. Sementara itu saat yang baik untuk pemanenan adalah sebelum jam 9 pagi dan berada di lingkungan terbuka.

Untuk kualitas dan parameter air yang digunakan haruslah sama dengan air dalam akuarium hal ini dilakukan agar benih tidak strees. Sebaiknya air yang digunakan berupa air baru, bukan air akuarium karena biasanya air tersebut kotor dan berbau.

Perlu diketahui juga bahwasanya benih yang baru berumur 20 hari memiliki tingkat ke sensitifitas yang tinggi terhadap perubahan lingkungan jika dibandingkan dengan lobster yang sudah dewasa.

Jenis Pakan Lobster.

cara budidaya lobster air tawar
alamtani.com

 

a. Makanan Alami.

Makanan alami sangat penting untuk lobster yang ukurannya kurang dari 1 gram. Makanan alami yang umum digunakan adalah kutu air, jetik nyamuk, cacing tanah, cacing rambut, cacing sutera, cacing darah.

b. Pakan Buatan.

Pakan buatan biasa diberikan oleh petani lobster dalam bentuk tepung ikan, cacing, wortel tauge, kacang hijau, dan siput. Untuk hasil yang maksimal biasanya mencampur dari berbagai bahan diatas.

c. Pakan Komersial.

Pada umumnya pakan ini sudah diproduksi sesuai dengan kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh lobster tersebut. Ukuran dari pakan kommersial ini disesuaikan dalam berbagai ukuran dari mulai ukuran serbuk 1×2 mm.

Dosis Pemberian Pakan.

Dosis pemberian pakan haruslah sesuai dengan ukuran berat lobster yaitu 3% dari berat lobster. Contohnya, berat lobster 30 gram maka pakan yang harus diberikan terhadap lobster tersebut sebanyak 9 gram.

Pakan diberikan tiap pagi d an sore hari dengan ukuran sore hari yang harus lebih banyak dari pada pemberian pakan di pagi hari. kebiasaanya pemberian pakan dilakukan 3- 5 kali dalam sehari.

Itulah tadi artikel mengenai cara dalam budidaya lobster air tawar. Semoga menjadi pengetahuan baru dan bisa menjadikan sebuah peluang usaha baru yang menjanjikan keuntungan.

Baca Juga artikel tentang berbagai hewan peliharaan lainya yang dapat dijadikan sebuah peluang usaha.

Sebagai pelengkap dibawah ini ada video wawancara ekslusif net tv terhadap pengusaha lobster air tawar.

1 thought on “Cara Budidaya Lobster Air Tawar Media Kolam Terpal.

Leave a Comment

%d bloggers like this: