Aksi bela islam 3 ciamis jakarta

[ Aksi Bela Islam III ] Ribuan Ummat Islam Ciamis Jalan Kaki Ke Jakarta. YA ALLAH Jadikan Derap Langkah kami Menjadi Saksi di Hari Akhir Nanti.

Aksi Bela Islam Ciamis Jakarta – Menanggapi pendapat Kapolri Tito carnavian ketika sedang berkunjung ke Kota Tasikmalaya dalam rangka menghadiri istigosah di mesjid agung Tasikmalaya.

Beliau menghimbau kepada masyarakat bahwa jangan ada aksi lanjutan selepas aksi bela islam jilid II yang terjadi pada tanggal 4 November kemarin,  karena yang bersangkutan Ahok sudah ditetapkkan menjadi tersangka dan sedang diproses oleh pihak kepolisian sesuai aturan yang berlaku.

Akan tetapi apa yang disampaikan oleh Petinggi kepolisian itu bukanlah suatu hal yang dinanti- nanti oleh ummat Islam yang ada di Indonesia. Karena hanya satu yang Kami Ummat islam ingini yaitu jadikan ahok sebagai tersangka dan segera penjarakan dia sesuai dengan kasus dan undang- undang yang ada tentang pelecehan terhadap agama.

Namun sampai detik ini kalimat itu tidak terlontar sedikitpun dari mulut petinggi kapolri , hanya ungkapan kata larangan untuk melakukan aksi bela islam jilid 3 dan melakukan penggembosan isu dengan menyebutkan akan adanya makar pada aksi yang akan di gelar pada tanggal 2 desember nanti.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah agar ummat islam tidak jadi datang melakukan aksi ke jakarta. Mulai dari melakukan selebaran larangan dengan memakai helikopter di udara jakarta, menyebutkan adanya makar dan juga melarang berbagai pihak penyedia angkutan bus untuk membawa para pembela al- quran menuju jakarta.

Berbagai halang rintang yang menghadang di depan jalan tidak serta merta menyurutkan derap langkah para pejuang . Buktinya saja ribuan bahkan berpuluh- puluh ribu warga Jawa barat yang di awali dengan aksi estapet warga masyarakat, santri dan para kyai yang berasal dari Kota Ciamis.

Sebagaimana yang telah di ungkapkan oleh salah satu Ulama terkemuka Ciamis Pimpinan Pondok Pesantren Miftahu Huda II Bayasari melalui wawancara langsung kepada awak media dari Repubilka.co.id

“ Ulama Ciamis, KH Nonop Hanafi mengatakan, umat Islam akan menggelar aksi estafet jalan kaki ke Jakarta mulai Senin (27/11) demi mengikuti aksi bela Islam pada 2 Desember mendatang. Aksi tersebut sekaligus bentuk tuntutan agar tersangka dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera dimasukkan sel tahanan.

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 2 itu mengakui, tidak mudah berjalan kaki dari Ciamis sampai Jakarta yang jaraknya sekitar 300 kilometer. Sehingga, dia berharap, umat Muslim lainnya bisa membuatkan posko di sepanjang perjalanan menuju Jakarata. Tujuan posko sebagai tempat istirahat maupun makan dan minum peserta aksi.

“Kami akan sediakan di titik posko ada mobil ke tempat istirahat bagi yang tidak kuat. Kami kontak beberapa tempat untuk sediakan makanan dan minuman. Kami minta pada Allah semoga diberikan kekuatan, nanti ini estafet sambung menyambung,” katanya pada Republika.co.id.

Nantinya dalam aksi ini, dia menjelaskan, tak semua Muslim dari Ciamis akan berjalan kaki sampai Jakarta. Melainkan akan terjadi estafet dari tiap rombongan Muslim dari Ciamis, Tasik, Garut, Bandung hingga Jakarta.

“Yang ingin berangkat 50 bus, tapi kami kontak PO bus akhirnya tidak ada. Oke lah kami jalan kaki saja semampunya sampai dimana, nanti diestafetkan, harus optimistis massa sepuluh ribu kalau diakumulasi,” ujarnya.

Ia menyatakan pesan dari aksi ini agar Ahok segera masuk tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Dia pun membantah ada muatan politik dalam aksi kali ini. Menurutnya, aksi ini murni sebagai respons umat atas penistaan agama yang dilakukan Ahok.

“Pesannya kami nuntut hukum ini tak terkait Pilkada, tak ada unsur politik disini karena kami ingin tunjukan umat Islam sekali disentil ini bisa bersatu,” tegasnya.

 

Leave a Comment

%d bloggers like this: