menunggu kereta api ke jakarta

Perjalanan Munuju Ibukota Jakarta

Ibu kota jakarta

Pada pukul 07.00 pagi di jum’at yang cerah, aku berangkat dari rumah menuju stasiun kota Ciamis, dengan ke inginan yang kuat serta tiket yang telah di dapat untuk bisa sampai di Ibu Kota Jakarta.

Ini adalah pengalaman pertamaku menaiki kereta api, rasa was- was dalam hati terus saja menghampiri. Kala itu aku berangkat sendiri, namun beberapa teman sudah berjanji untuk dapat bertemu di stasiun karena perjalanan ini merupakan hasil rencana kelasan kami ketika adanya liburan Pesantren.

Sebelum berangkat dari rumah, Ibuku membekali makanan berupa 20 lebih lontong sayur Lepeut  dengan masksud agar tidak usah membeli lagi makanan bila lapar dalam perjalanan, juga nantinya dapat dibagi bersama ke 6 anggota kelasan Aishiteru.

Sesuai jadwal keberangkatan kereta api itu akan datang pada pukul 09.00 pagi, masih ada satu jam. Namun belum ada satupun dari salah satu teman yang telah berjanji untuk menemani.

Ternyata yang aku hawatirkan pun terbukti ke 6 teman yang sudah berjanji untuk bertemu di stasiun ini sampai pukul 08.30 tak kunjung menjumpai, rasa khawatir akan ketidak datangan mereka di karenakan di hari kamisnya ada beberapa panggilan telepon dari salah satu orang yang ada di Pesantren.

Orang itu memberitahukan akan situasi dari pondok pesantren yang sedang dalam keadaan mencekam akibat ulah dari kelasan kami yang telah lari tanpa permisi.

Memang di Pondok ini sedang dalam masa- masa liburan setelah diakanan ujian selama seminggu, dan yang mengakibatkan keadaan menjadi mencekamnya adalah liburannya kita adalah liburan yang terlarang karena sehari sebelum hari libur kami sudah berangkat meninggalkan pondok.

Menunggu menunggu dan menunggu.

Waktu terus berlalu dan aku masih menunggu, berharap situasi sudah kembali membaik sehingga mereka semua bisa untuk melaksanakan liburan seperti yang telah di sepakati.

Namun lama sudah menunggu, satupun dari mereka tak kunjung datang menemui, pada saaat itu terdapat sebuah gejolak dalm hati tentang apa yang harus kupilih apakah kembali kepondok pesantren? ataukah meneruskan langkah kaki menuju ibu kota.

Kereta api telah tiba.

perjalanan menuju ibu kota jakarta
ini tasik.com

Setelah lama menunggu,  akhirnya kereta api jurusan Ciamis- Tanah abang pun tiba, datangnya kereta api tidak berbarengan dengan datangnya salah satupun dari teman- teman semua.

Dengan suasana hati yang masih diselimuti kebimbangan, kedatangan kerepta api yang membuatku tak bisa berlama- lama lagi memikirkan pilihan mana yang harus kuambil. Dan akhirnya keegoisanku mengalahkan rasa solidaritas antar pertemanan Aishiteru.

Bersama dengan keeegoisan diri, 20 biji lepeut lepeut, serta harapan untuk bisa menghadiri acara maulid Nabi yang diselenggarakan oleh Habieb rizieq, aku mulai beranjak dari tempat duduk diruang tunggu stasiun untuk segera mengahampiri salah satu gerbong kereta api.

Bergegas dan berangkat.

perjalanan menuju ibu kota jakarta
railone.wordpress.com

Ini adalah salah satu sifat buruk yang ada pada diri, dimana dengan teganya aku meninggalkan teman- teman di Pondok demi sebuah mimpi  yang dari dulu ingin aku hadiri.

Mimpi ini baik, meskipun cara mewujudkan nya sangatlah tidak baik, aku tinggalkan teman yang masih belum diketahui bagaimana keadaan mereka saat kembali ke pondok yang pada saat itu sedang dalam keadaan mencekam akibat ulah kita terutama saya yang tidak ikut menyerahkan diri.

Dari dulu memang ingin sekali untuk merasakan getar- getar dari pergesekan rel dengan roda kereta apinya, bisa melihat pemandangan alam dari dalam gerbong kereta api.

Setelah masuk ke salah satu gerbong, akhirya aku menemukan tempat duduk yang sesuai dengan apa  yang tertera di dalam tiket. Aku duduk dan disana sudah terlihat sorang ibu- ibu muda bersama satu anaknya yang berada tepat di depan dari tempat duduk yang aku dapatkan.

Hanya seorang diri saja.

perjalanan menuju ibukota jakarta
pixabay.com

Lonceng keberangkatan kereta api telah berbunyi, langkah- langkah kecil mulai dijalani, terdengar suara gujes- gujes kuwong- kuwong yang sudah mulai diteriakan oleh kereta api sebagai penanda akan semangat langkah kaki yang sudah kencang berlari.

Sekarang aku berada didalam sebuah gerbong kereta api menuju ibu kota jakarta untuk mewujudkan mimpi, senang rasanya bisa menaiki kendaraan ini meskipun hanya berada di kelas ekonomi.

Sesekali aku menghampiri pintu masuk yang tidak terkunci,  melihat dan merasakan suasana alam dari pegunungan, sawah, lembah yang memberikan kesejukan.

perjalanan meuju ibu kota jakarta
i1os.com

Hiruk pikuk kemacetan dari berbagai kota pun sangat jelas tersaji.  Memang Indonesia terkenal dengan negeri yang sangat kaya akan sumber daya alamnya, tapi kenapa ada berbagai macam ketidak merataan dari sebuah negeri terlihat jelas dari pintu gerbong ini.

perjalanan menuju ibu kota jakarta
sumutpos.co

Ah sudahlah!! ini adalah jalan yang telah dipilih dimana aku lebih memilih untuk meneruskan sendiri perjalanan daripada menuruti kemauan dari pihak pesantren yang menyuruh kita semua kembali, sebagaimana ke 6 teman saya lakukan.

Mungkin karena sikap itulah saat ini saya tidak mempunyai kebarokahan ketika mesantren dulu.

Bersambung, karena hari ini harus kejar tayang 4 artikel lagi.

Leave a Comment

%d bloggers like this: