pesantren miftahul huda 2 bayasari

Bukan Catatan Putih Abu- Abu.

Sumber : fb. Hilman Abdul fatah
Sumber : fb. Hilman Abdul fatah.

Bukan Catatan Putih Abu Abu – Ini adalah sebuah pengalaman hidup yang sebenarnya tak ingin aku ceritakan, akan tetapi keadaan yang sungguh memaksaku untuk menceritakannya, sudahlah akan aku catatkan saja, tapi ma’af, saya ingatkan kepada kamu- kamu semua untuk tidak membacanya sendirian.

Sekali lagi saya ingatkan, untuk jangan membacanya sendirian, harus ada bimbingan orang tua atau saudara, handai tolan serta teman teman dekat jangan sama pacar karena itu tidak baik bagi kesehatan organ reproduksimu,hihihi.

Dalam cerita ini kamu akan menemukan hal hal yang menjengkelkan, seram melebihi seramnya film India, kesedihan yang melebihi sedihnya kartun Tom and Jerry ketika RCTI sudah tidak lagi menanyangkannya, dan kamu akan menemukan keanehan layaknya cerita dalam sinetron bernama Anak Jalanan tapi alur ceritanya tentang anak anak muda orang kaya yang tiap harinya hanya memamerkan motor- motor gedenya.

Langsung saja, ini cerita mengisahkan tentang seorang anak manusia yang sudah tua, pada saat itu umurnya baru menginjak 20, dia merasa masih muda namun pada kenyataanya sudah tua, tua karena teman sekelasnya terdiri dari bocah bocah ingusan yang baru bergelar s1 ( Sd)  dan tua karena guru gurunya juga berumur jauh lebih muda , latar belakang cerita ini  sudah bukan lagi berada di masa putih abu- abu, melainkan putih sarung- sarung berpeci lagi.

 

Pemuda tua itu bernama Saya.

Sumber : Sendiridan rahasia.blogspot.com
Sumber : Sendiridan rahasia.blogspot.com

Pada saat itu saya adalah seorang yang satu tahun lebih sudah lulus dari sekolah SMA dan baru menyandang gelar S3 saja ( Sd, Smp, Sma) setelah lulus, saya memutuskan untuk mecari kerja dan akhirnya dikarenakan saya ganteng, jadi tanpa harus menunggu lama mulailah untuk pertama kali bekerja di sebuah mini market, sebagai seorang yang suka menawarkan tambahan belanja kepada setiap pembelinya,

” Mau tambah apalagi pak? pulsanya atau barangkali roko, mau pake kantong keresek atau ngga pak? kembaliannya mau di donasikan?” .

 

Setelah satu tahun menawar- nawarkan barang tambahan pembelian sesuai S.O.P ( Standard Operating Procedure ), namun karena dirasa belum ada sepuluh orangpun yang menerima tawaran tersebut, maka dengan berat hati saya tinggalkanlah pekerjaan  tersebut demi mengikuti petunjuk yang mama ( Ibu ) sarankan yaitu kembali numpang tidur di Pondok.

Masuk Pondok lagi.

Sumber : fb Edih Aishiteru
Sumber : fb Edih Aishiteru

Dan Pondok yang bersedia menerima saya adalah Pondok Miftahu Huda 2 Bayasari, dengan jargonnya yang terkenal bertajuk Pondok Idaman Selalu di Hati.  Pesantrennya besar, terdiri dari ribuan santri yang berasal dari berbagai daerah di Pelosok negeri.

 

Entah apa yang menjadi pertimbangan Mama saya pada waktu itu, tapi yang jelas hatiku sangat kacau melebihi kacaunya akibat letusan balon hijau darrr..!!! Apakah saya menerimanya? tentu saja, karena sayakan anak Mama yang baik tapi sedikit tidak beradab.

Sumber : miftahul Huda 2 bayasari
Sumber : miftahul Huda 2 bayasari

Sayangnya saya hanya bertahan sampai 3 tahun saja, ini dikarenakan godaan yang hanya datang kepada mereka yang umurnya sudah melebihi dari batas, jangan tanya alasannya, ? ini rahasia, demi menjaga nama baik mereka yang sudah berumur tapi belum juga kunjung menikah.

Memang sedih, ketika masih banyak ilmu kitab yang seharusnya di pelajari disana  Qurrotul uyun, Fathul izzar, dan kitab kitab lainnya yang mempunyai halaman yang sangat tebal sehingga untuk membawanya bisa membuat badan ikut miring dengan sudut kemiringan 45 derajat.

 

Bagaimana apakah cerita ini menjengkelkan?  memang menjengkelkan bukan,? karena cerita ini tak jelas membahas apa.

Apakah cerita ini seram? melebihi seramnya film india?tentu menyeramkan karena, di umur sekarang yang sudah 26 saya tak kunjung menikah.

Sedihkan tak bisa lagi nonton tom and jerry di layar kaca RCTI? cerita saya ini jauh lebih sedih, karena saya belum bisa mengaji sampai saat ini, Khususnya mengaji kitab Qurrotul uyun.

Aneh memang jauh lebih aneh ketika saya masih belum bisa memberikan bakti terbaik untuk Ibu ( mama) yang telah melahirkan saya, serta kepada almarhum ayah yang kini sudah tiada. Semoga Allah ta’ala menerima amal ibadahnya serta menjadikan keadaan dalam kuburnya sebagai sebuah taman dari berbagai taman taman surga. Amiin

Sudah saya bilangkan untuk membacanya tidak  sendirian, agar kalau banyak lagi orang yang baca,  semakin banyak pula panjatan do’a untuk almarhum ayah saya.

Alfatihah…

 

 

 

 

1 thought on “Bukan Catatan Putih Abu- Abu.

Leave a Comment

%d bloggers like this: